iklan three
 
 
 
Proyek Software Rp 5 M Dispendik Dibidik Kejati
Jumat, 30 Juli 2010 00:02:33 Kirim-kirim Print version
Kajati Bengkulu, Fietra Sany, SH, MH melalui Aspidsus Sunarta, SH, MH tidak menampik kabar ini. Diakuinya tahapan pulbaket sudah berjalan lebih dari 2 minggu. Selama proses ini berjalan, setidaknya pihaknya sudah meminta keterangan dari 10 orang saksi dari panitia pengadaan barang. Indikasinya, sesuai temuan BPK RI, ada penyimpangan dana Rp 1.072.800.000,00. ‘’Siapa-siapa saja yang kami periksa itu, belum bisa saya beberkan. Mereka masih dalam kapasitas saksi yang keterangan mereka kami butuhkan,’’ ujar Sunarta.

Lebih lanjut Sunarta menjelaskan, indikasi penyimpangan yang terjadi yakni melakukan mark up dana dengan memanipulasi harga per unit software yang dibeli. Dimana harga per unit yang dibeli dari pihak ketiga (kontraktor), PT Guru Agung hanya Rp 6 juta. Sedangkan dalam laporan harga per unit Rp 9 juta. Artinya terjadi selisih Rp 3 juta/unit.

‘’Sedangkan software ini berjumlah 315 unit tersebar untuk perlengkapan di SD, SMP dan SMA di Kota Bengkulu. Dari situlah muncul kerugian negara mencapai Rp 1 miliar lebih itu,’’ pungkas Sunarta.

Terkait lamanya waktu untuk meningkatkan tahap pengusutan dari pulbaket ke penyelidikan (lid), dikatakan Sunarta, pihaknya belum bisa memastikan target itu. Namun diupayakan pulbaket dapat dituntaskan secepatnya. (sca)
 
 
Berita Borgol Lainnya
. Di Lapas Malabero, Napi Bisnis Ganja
. Maling HP, Pedagang Ikan Dihakimi Massa
. TNI Gadungan Spesialis Curanmor
. Lagi Rampas Motor, TNI Gadungan Dibekuk Polisi
. Mesti Dilelang, Walikota Malah Tunjuk Kontraktor
. Hantam Tiang Listrik, Pelajar SMKN 3 Tewas
. Lucuti Gadis Lampung, Pria Kekanjian Dibekuk
. Dikeroyok 6 Preman, Petugas LPM Bonyok
. Buaya Jenggalu Ngamuk di Pemukiman Warga
. Dispenser Meledak, Rumah dan Bedengan Janda Ludes
 
 Advertising
  
TELKOMSEL


kijang