Tak jauh berbeda dengan harga beras jenis lainnya yang naik cukup drastis. Akibatnya, warga yang hidup di bawah garis kemiskinan pun kewalahan. Kenaikan harga ini akibat minimnya stok beras dan adanya kenaikan harga beras secara nasional. Sebagai dampak kenaikan HPP (harga pembelian pemerintah) terhadap gabah kering giling.
Kabid Perdagangan Dinas UKM dan Perindag Turiana mengaku akan menggelar Operasi Pasar (OP) jika kenaikan harga beras kian menggila. Waktunya, belum bisa dipastikan. Karena harus berkoordinasi dulu dengan Bulog, yang masih dilakukan hingga saat ini. Kita pun akan bekerjasama dengan BPS, dalam melakukan OP beras ini nantinya, terang Turiana,
Berdasarkan hasil kesepakatan dengan Bulog sebelumnya, Harga Eceran Tertinggi (HET) beras OP di Kepahiang dari Bulog mencapai Rp 5.850 per kilogram. Melihat persentase kenaikan yang sudah mencapai 17-20 persen, OP mesti dilakukan, tambahnya.
Syarat untuk melakukan OP sendiri, kenaikan harga di pasar sudah melebihi batas 15 persen. Lalu, apa yang menyebabkan melambungnya harga beras? Ternyata ada dua faktor mendasar, yang menyebabkan fenomena naikknya harga beras hampir diseluruh daerah. Yang pertama, kebijakan pemerintah pusat sendiri dengan menaikkan harga gabah 10 persen dari patokan harga sebelumnya. Yang kedua, masih diterangkan Turiana adalah faktor alam. Tidak bisa kita pungkiri saat ini, terutama di wilayah kita. Cuaca jelek, sangat mempengaruhi produksi beras, tandas Turiana.(oce)
|