Tingginya animo warga itu menunjukkan semakin membaiknya tingkat perekonomian di Kepahiang. Lalu, soal adanya indikasi CJH eksodus? Suryono menjawab, pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap CJH yang memiliki daftar urut tertinggi untuk diberangkatkan pada musim haji tahun ini. Hasilnya, tidak ditemukan ada indikasi CJH eksodus. Ya, kalau yang bersangkutan dan memang tinggal di Kepahiang berangkat haj, lalu mengajak orang tua atau saudaranya yang tinggal di luar Kepahiang, masih kami beri toleransi, jelas Suryono.
Toleransi tidak akan diberikan, tambah Suryono, jika CJH nyata-nyata memanfaatkan kuota Kepahiang untuk memuluskan niat berangkat menunaikan ibadah haji. Kami harap, untuk tahun ini tidak ditemukan lagi adanya CJH eksodus. Sama-sama lah, kita melakukan pengawasan, tandas Suryono.
Sekedar mengingat, keberangkatan 108 CJH pada musim haji tahun lalu ditemukan sebanyak 9 CJH merupakan CJH eskodus. Ekspos yang dilakukan media dan dukungan eksekutif maupun legislatif, akhirnya membuat 9 CJH tersebut membatalkan keberangkatan mereka ke tanah suci. (oce)
|