iklan three

Warning: mysql_fetch_row(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in /home/zulhamdi/public_html/ver3/mod/publisher/publisher_functions.php on line 26
 
 
 
PSB SMAN 1 LU Lakukan Pungutan Uang Bangku?
Sabtu, 17 Juli 2010 22:38:50 Kirim-kirim Print version
Salah satu Anggota Komisi I DPRD Lebong Mahdi, S.Sos mengungkapkan dirinya mendapatkan laporan tersebut dari salah satu wali murid di sekolah tersebut. “Saya juga heran, pihak Diknaspora melalui Dikmen juga menyetujui adanya pungutan uang bangku tersebut. Padahal jelas beberapa waktu lalu kepala dinas sudah mengimbau tidak boleh ada pungutan dalam PSB. Tidak terkecuali pungutan apapun,” kata Mahdi yang juga politisi Golkar ini.

Pihaknya berharap, lanjut Mahdi, Diknaspora maupun pihak sekolah segera melakukan klarifikasi terkait informasi pungutan PSB tersebut. Apalagi selama ini Pemda Lebong sudah menjalankan program pendidikan gratis hingga 12 tahun atau sampai ke tingkat SMA.

“Kalau memang tidak ada dasar dan aturan yang jelas, uang tersebut harus dikembalikan. Meskipun itu hanya dipungut untuk siswa susulan. Untuk wali muridnya juga kita minta segera mengirim surat laporan resmi agar pihak DPRD agar bisa mengklarifikasi secara resmi kepada pihak Diknaspora,” lanjut Mahdi.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Lebong Utara, Drs Nusardi ketika dikonfirmasi wartawan membantah kalau melakukan pungutan dalam pelaksanaan PSB. Soal uang Rp 250 ribu untuk uang bangku tersebut dikatakannya adalah usulan komite sekolah. Dimana sebelumnya mereka sudah melakukan rapat dan musyawarah dengan wali murid dan mereka juga menyanggupi.

“Itu bukan kebijakan sekolah. Tapi awalnya pihak komite berdasarkan rapat dengan wali murid mengajukan penambahan daya tampung. Lalu kami meneruskan surat tersebut ke pihak Diknaspora. Diknaspora setelah itu memberikan izin melalui surat resmi bernomor 800/982/Diknaspora/2010 tertanggal 7 Juli 2010. Jadi memang bukan kebijakan sekolah, tetapi sudah kesepakatan komite dan diizinkan oleh Diknaspora,” jelas Nusardi.

Kesepakatan tersebut, tambah Nusardi, juga tidak memaksa murid untuk membantu pembiayaan bangku meja akibat adanya penambahan daya tampung dalam bentuk uang. Tetapi boleh juga langsung membawa bangku meja sendiri dari rumah. “Sampai hari inipun (kemarin.red) siswa tambahan sebanyak 32 orang tersebut belum ada yang masuk di sekolah. Masalah ini juga masih dalam proses. Merekapun nantinya tidak dalam satu kelas. Karena memang bukan penambahan kelas,” demikian Nusardi.(dtk)
 
 
Berita Lainnya
. Giliran Ds Taba Saling, Terjangkit Flu Burung
. Positif Flu Burung, 4 Ekor Unggas Mati
. Komisi I Dukung Incumbent ke MK
. Dewan Usulkan 24 Kali “Jalan-Jalan”
. Pos Jaga Kosong, Bupati Tegur Kakan Satpol PP
. Usul Penetapan Bup/Wabup Tiba di Meja Fraksi DPRD
. Panwaslu Lempar Dua Pelanggaran Pilkada
. Diknas Tak Setujui Pungutan Uang Bangku
. Berkas Penetapan Cabup/Cawabup Ke DPRD
. Miras Oplosan Warnanya Lebih Gelap
 
 Advertising
  
TELKOMSEL


kijang