iklan three

Warning: mysql_fetch_row(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in /home/zulhamdi/public_html/ver3/mod/publisher/publisher_functions.php on line 26
 
 
 
Positif Flu Burung, 4 Ekor Unggas Mati
Rabu, 21 Juli 2010 23:59:12 Kirim-kirim Print version
Klik untuk melihat foto lainnya...
Di tempat terpisah, tepatnya di Desa Taba Sating Kecamatan Tebat Karai 15 ekor juga mati mendadak. Dengan gejala yang mirip dengan yang terjadi di Desa Bandung Baru. Namun demikian, kejadian di Desa Taba Sating belum dipastikan kematian unggas jenis ayam akibat flu burung. Hingga total 29 hewan ternak unggas ditemukan mati dengan 4 ekor diantaranya ptositif flu burung.

Kadis Peternakan dan Perikanan Kepahiang, Ir Ramlan A Gani membentuk tim penanganan khusus. Tim langsung turun ke lokasi, kemarin. Yang dinyatakan positif flu burung, baru yang terjadi di Desa Bandung Baru, ujar Ramlan.

Mencuatnya kembali virus yang mampu mematikan manusia ini, membuat kecemasan tersendiri warga desa. Terlebih bagi warga Desa Bandung Baru Arjo dan Sadek, yang memiliki ternak unggas terjangkit flu burung. Untungnya, kepanikan warga bisa diredam dengan tindakan reaktif dari tim reaksi cepat penanganan flu burung Dinas Peternakan dan Perikanan. Mereka melibatkan tenaga bantuan pendukung dari provinsi, proses penyemprotan dilakukan di lokasi terjangkitnya flu burung.

Kadiv Kesehatan Dinas Peternakan dan Perikanan Hewan, Hernawan, A.Md menerangkan penyemprotan anti virus dilakukan radius 100 meter. Pihaknya pun telah mengambil sampel darah unggas yang mati, untuk diperiksa di laboratorium Lampung. Ada 14 ekor unggas jenis ayam yang mati, berdasarkan hasil Rapidtest yang kami lakukan 4 diantaranya positif flu burung, ujar Hernawan.

Dikhawatirkan penyebaran virus, telah terjadi sebelum penanganan oleh tim reaksi cepat. Maka Dinas Peternakan dan Perikanan Kepahiang mengambil langkah pemusnahan lokal. Ayam yang mati dan sakit, telah kami bakar untuk pencegahan penularan. Penyemprotan juga telah kami lakukan di sekitar wilayah temuan flu burung dalam radius 100 meter, jelasnya.

15 Ekor Di Tebat Karai

Sementara itu, pada waktu yang hampir bersamaan 15 ekor unggas juga ditemukan mati mendadak di Desa Taba Sating Tebat Karai. Pemilik unggas Yopa, menerangkan kematian serentak terjadi pada 13 ekor ayam yang disusul 2 ekor ayam lainnya. Ayamnya sudah kami bakar dan dikubur, terang Yopa.

Meski ciri ayam yang mati menunjukkan tanda kebiru-biruan pada paruh dan jeger, tetapi petugas reaksi cepat penanganan flu burung, Supardi dan Ridho belum bisa memastikan itu flu burung atau bukan. Kemarin keduanya meminta pemilik ternak mengisolasi ternak yang masih hidup. Mereka juga memberikan sebotol glutacab ukuran 1 liter. Kita tidak bisa menggali hewan yang telah dikubur. Itu sama saja dengan mengundang penyakit, ujar Ridho. Data Dinas Peternakan dan Perikanan Kepahiang, penyebaran flu burung belum menular pada warga.(oce)
 
 
Berita Lainnya
. Giliran Ds Taba Saling, Terjangkit Flu Burung
. Komisi I Dukung Incumbent ke MK
. Dewan Usulkan 24 Kali “Jalan-Jalan”
. Pos Jaga Kosong, Bupati Tegur Kakan Satpol PP
. Usul Penetapan Bup/Wabup Tiba di Meja Fraksi DPRD
. Panwaslu Lempar Dua Pelanggaran Pilkada
. Diknas Tak Setujui Pungutan Uang Bangku
. Berkas Penetapan Cabup/Cawabup Ke DPRD
. PSB SMAN 1 LU Lakukan Pungutan Uang Bangku?
. Miras Oplosan Warnanya Lebih Gelap
 
 Advertising
  
TELKOMSEL


kijang