Dengan demikian, hingga berita ini diturunkan 6 ekor unggas jenis ayam (4 ekor di Desa Bandung Baru Kabawetan,red) telah terdeteksi virus H5NI. Kadiv Kesehatan Hewan Disnakan, Hernawan, A.Md menerangkan penanganan telah dilakukan dengan memusnahkan sisa unggas di Desa Taba Saling.
Sebanyak 7 ekor unggas tersisa, milik warga Desa Taba Saling Yopa yang terdeteksi telah dibakar dan dikubur. Tak hanya itu, mereka juga mengumpulkan perangkat desa untuk melakukan penyemprotan dan pengawasan hingga 14 hari ke depan.
Sama seperti yang kami lakukan di Desa Bandung Baru, untuk memastikan flu burung benar-benar musnah. Selama 14 hari, pengawasan secara berkelanjutan terus kami lakukan, terang Hernawan.
Menyebar Luas
Secara perlahan virus H5NI yang pertama kali ditemukan di Desa Bandung Baru Kecamatan Kabawetan ini bergeser ke Desa Taba Sating dan bergerak ke desa lain. Terakhir, laporan unggas mati mendadak disampaikan dari desa Kutorejo, sebanyak 10 ekor unggas lagi-lagi jadi korban.
Di Kelurahan Tangsi Duren Kecamatan Kabawetan, unggas mati mendadak juga mencuat. Kami menerima laporan unggas mati di wilayah lain. Tapi, kami pastikan baru dua wilayah, Bandung Baru dan Taba Salig yang positif terkena virus flu burung, bebernya.
Seiring dengan merebaknya gejala virus flu burung ini, warga pun ketakutan. Mereka was-was, jika terkena dampak mematikan dari virus ini. Dinas Kesehatan dan Disnakan Kepahiang meminta warga Kepahiang untuk lebih tenang.
Kebersihan dan sanitasi yang baik di lingkungan masing-masing dapat membentengi manusia dari penyebaran flu burung. Sampai kemarin, belum ditemukan penyebaran virus ini dari unggas ke manusia. Jaga sanitasi, cuci tangan sebelum makan dan masaklah makanan dari jenis unggas hingga 75 dejarat. Cukup, mencegah dari terserangnya diri dari flu burung, tambah Hernawan.
Dilansir Disnakan Kepahiang, total hewan mati dan dimusnahkan terkait temuan virus H5NI. Desa Bandung Baru mencapai 14 ekor, 4 ekor diantaranya positif flu burung. Sedang 22 ekor unggas di Desa Taba Saling, 2 ekor diantaranya positif flu burung dan 10 ekor di Desa Kuto Rejo, masih dalam tahap pemeriksaan.(oce) |