Konser yang dimulai pukul 19.00 WIB ini awalnya berlangsung lancar. Dibuka penampilan dari band The Paprika dan Gamma Band. Dipandu MC, Anita Hara yang cukup populer membawakan program infotainment di TV swasta nasional, serta MC kocak Andy Nyamuk. Namun, belum lagi ST12 dan Seventeen tampil, satu per satu penonton mulai bertumbangan.
Jumlah penonton yang membludak membuat sesak dan panas. Tak ayal banyak penonton terutama yang berada di bagian depan, tergencet. Penonton berebut ingin maju ke depan panggung. Namun dengan sigap petugas kesehatan yang disiagakan membawa penonton yang pingsan tersebut ke mobil kesehatan yang stand by di belakang panggung. Tak hanya itu, untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan penonton anak-anak pun terpaksa harus diangkut ke panggung bagian depan yang dibatasi pagar.
Tak ada korban jiwa. Penonton yang pingsan, setelah mendapat perawatan bisa kembali pulih. Bahkan ada yang tetap melanjutkan menonton konser di belakang panggung. “Penonton hanya kecapekan. Mungkin juga mereka histeris, ketakutan akan tergencet. Setelah ditangani tim kesehatan mereka kembali pulih,” ungkap Presiden Direktur Mahaka Entertainment, Hasanai Abdul Gani selaku promotor konser ini.
Konser yang dibandrol tiket Rp 10 ribu ini berlangsung sukses. Bahkan penonton yang tak memiliki tiket, tak kekurangan akal. Mereka nekat nonton dari gedung SDN 79 yang persis berada di samping lapangan. Gedung SD yang memang bertingkat 3 itu tampak dijubeli penonton. Tak hanya di ruang kelas saja, bahkan sampai meluber ke atas atap.
Pukul 21.00 WIB, Seventeen tampil. Band yang digawangi Bani (bass), Yudhi (gitar), Herman (gitar) dan Ifan (vokal) ini membuka konser dengan lagu Jibaku. Ifan sang vokalis yang mengenakan stelan jas hitam ini cukup sukses membius penonton. Kemudian dilanjutkan dengan lagu Semua Untukmu, Cinta Tak Bertuan, Untuk Mencintai, Lelaki Hebat, Datang Padaku. Ditutup dengan lagu Selalu Mengalah.
“Ini kali kedua Seventeen main (konser red) di Kota Bengkulu. Malam ini Seventeen memberikan suatu yang spesial untuk Bengkulu,” ungkap Ifan usai membawakan lagu Jibaku.
Pantauan RB, penonton yang berada di barisan depan lebih banyak didominasi anak-anak. Rata-rata usia SD. Tak hanya itu terlihat juga beberapa orang tua yang tengah menggendong anaknya. Fans ST12 yang menjangkau semua kalangan tumpah ruah. Bahkan pagar pembatas yang mengelilingi lapangan pun terpaksa dibuka, karena terlalu banyaknya penonton.
Suasana konser makin panas. Penonton mulai berteriak minta air. Air pun disemprotkan dari mobil pemadam kebakaran. Penonton yang kegerahan bahkan membuka bajunya. Penonton pun terlihat ikut bernyanyi bersama.
Akhirnya pukul 22.00 WIB, ST12 yang memang sudah ditunggu-tunggu tampil. Dibuka dengan lagu Rasa yang Tertinggal. Penonton berteriak histeris. Band asal Bandung yang digawangi Pepep (drum), Pepeng (gitar) dan Charlie (vokal) ini membawakan sejumlah hits ST12 seperti lagu Cari Pacar Lagi, Jangan Pernah Berubah, Kebesaranmu, Putri Iklan, hingga lagu terbaru dari album ke-4 Pangeran Cinta, Aku Terjatuh dan Aku Padamu.
Penonton tampaknya sudah hapal betul lirik lagunya ST12 ini. Hampir semua lagu yang dibawakan ST12 diikuti para penonton. Band yang banyak meraih penghargaan di ajang musik ini betul-betul tampil “mengguncang” masyarakat Bengkulu.
Konser ini digelar dalam rangka memperkenalkan produk terbaru Gudang Garam, Surya Professional Mild atau lebih dikenal dengan sebutan Surya Pro Mild. Bekerjasama dengan Mahaka Entertainment, Harian Rakyat Bengkulu dan Radio Santana, Gudang Garam menyuguhkan konser spektakuler.
Konser yang digelar di Lapangan Pagar Dewa kemarin (22/5) merupakan rangkaian tour 20 kota Surya Professional Tour 2010. Kota Bengkulu merupakan kota ke-6 yang didatangi. (rei) |