iklan three
 
 
 
Ditemukan Kopelan Mirip Kunci Jawaban
Rabu, 22 April 2009 10:06:16 Kirim-kirim Print version
Klik untuk melihat foto lainnya...

Kemarin misalnya, RB menemukan kopelan kertas yang mirip kunci jawaban di parkiran kotak sampah SMA Muhamadyah Kota Manna.

Belum diketahui, apakah kopelan itu benar-benar kunci jawaban dari soal-soal Unas yang diduga bocor. Kopelan yang berisi 30 huruf itu sempat dilihat dan diperhatikan oleh sejumlah peserta ujian yang datang awal.

Siapa yang menyebarkan? Sekretaris Disdikpora BS Drs Helmi, MM mengaku belum mendapat laporan soal ditemukannya kopelan lembar jawaban tersebut. ‘’Yang jelas Disdikpora hanya melakukan pemantauan. Masalah Unas itu semua diserahkan ke Dinas Pendidikan Provinsi. Begitu juga dengan masalah para kepsek dan guru ini, kami tidak tahu sama sekali sebelumnya,'' tegas Helmi kemarin.

Sementara itu, Tarman Hayadi,S.Pd Wakil Kepala SMAN 2 bidang kesiswaan, di sekolahnya belum ditemukan kopelan jawaban itu. Menurut dia, semua proses Unas berjalan lancar. Bahkan untuk mengantisipasi kebocoran, pihaknya baru membuka pintu gerbang sekolah pukul 06.30 WIB.

Kunci Jawaban Lewat SMS

Dari pantauan RB kemarin, banyak kunci jawaban yang disebar, melalui sms (short message service). Namun tanpa nama hanya ada nomor.Tidak jelas siapa pengirimnya. Hal ini juga diakui oleh beberapa siswa yang mengikuti Unas kemarin.

Seperti diungkapkan Ahmad Reynaldo kelas 3 IPA 3 SMAN 5. Ia mengaku mendapatkan kunci jawaban. Namun karena tidak diketahui siapa pengirimnya, jawaban tersebut tidak digunakan. Menurutnya ketimbang menggunakan, lebih baik mengisi sendiri sesuai dengan pengetahuan yang ia ketahui.

“SMS itu datangnya malam hari, sehari sebelum Unas dilakukan. Tapi tidak ada nama orang yang ngirim. Jadi kita gak berani menggunakan kunci itu. Isinya tertulis jawaban Unas. Langsung saja saya hapus,”ungkap Ahmad.

Senada dengan Neysa Isnan siswi SMAN 5 kelas IPA 4, sms tersebut diakuinya memang seperti meyakinkan. Hanya saja karena tidak jelas, ia takut menggunakannya. “Jadi lebih baik nyontek ke teman sebelah, ketimbang kunci jawaban yang tidak jelas kebenarannya,” ucapnya.

Sementara itu, Syamlan yang mendengar kabar ini. Saat kunjungi SMAN 2 dan 5, sempat menanyakan hal ini kepada siswa. Dia mengimbau agar siswa tidak mempercayai sms tersebut. Karena tidak ada jaminan kebenarannya. Labih baik belajar dan percaya pada kemampuan sendiri.

“Karena kunci jawaban tersebut, bisa saja menjebak. Selain itu sekolah juga harus mengawasi hal ini. Dengan ketat mengawasi penggunaan HP, saat ujian berlangsung. Bahkan seharusnya alat komunikasi apapu, jangan di bawa waktu ujian,” demikian Syamlan

Polda Sesalkan Pembocor UNAS

Kapolda Bengkulu Drs. Brigjend Pol Ruslan Riza menyesalkan tertangkapnya 16 orang Kepsek SMA se Bengkulu Selatan, termasuk Kabid Dikmen dan 9 orang pengawas Unas karena diduga melakukan pembocoran soal.

“Kita sudah kirim 4 orang penyidik Polda ke BS untuk membantu proses pemeriksaan. Kita ingin penyidikan ini segera dituntaskan,” terang Ruslan didampingi Wadir Reskrim AKBP Drs R. Sunanto, MM dan Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Y Suyatmo, saat dikonfirmasi RB kemarin (22/4).

Terkait pernyataan Ruslan sebelumnya yang menyatakan akan menembak para pembocor soal Unas, pihaknya tak gegabah melakukan hal tersebut. Terlebih lagi melakukan penembakan yang berujung pada pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

“Jika memang ada mengganggu proses distribusi, atau pelaksanaan UNAS misalnya dengan menghalangi, baru kita tembak. Namun untuk kasus di BS ini tidak mungkinlah kita tembak ya toh, justru itu akan melanggar HAM,” terang Ruslan.

Disisi lain diungkapkan Ruslan, ia cukup puas dengan kinerja Polres Bengkulu Selatan yang berhasil menguak pembocoran soal tersebut. “Kita prihatin dengan kebocoran tersebut, namun saya puas dengan kinerja jajaran Polres BS sehingga berhasil membongkar pembocoran soal Unas,” demikian Ruslan. (che/adn/jur)
 
 
Berita Berita Utama Lainnya
. Formasi CPNS Capai 2.133 Orang
. Proses Hukum 2 Aktivis Walhi dan 18 Warga, Tetap Lanjut
. Sidang Teleconference Sengketa Pilgub, Terbuka
. Polda Tolak Tuntutan Pendemo
. Rapat Muspida Pojokkan Walhi
. Buka Baju Sendiri
. Bayi Kembar Tiga Lahir di Bengkulu
. Putusan Sengketa Pilgub, Paling Lambat 13 Agustus
. 3 X Disuruh Buka Baju, Tinggal BH dan Celana
. Komnas HAM Ancam Lapor Kapolri
 
 Advertising
  
TELKOMSEL


kijang