 |
| |
| Rakyat Bengkulu / Berita Utama |
| |
| |
| Buntut HMI Vs Polisi, Berlanjut ke Bengkulu |
| Selasa, 09 Maret 2010 06:34:21 |
|
 |
 |
|
|
 |
| Klik untuk melihat foto lainnya... |
|
Setibanya di Polda Bengkulu para demonstran yang ingin masuk ke dalam Polda Bengkulu dihadang aparat kepolisian di pintu gerbang. Akibatnya, para demonstran hanya bias berorasi di luar halaman Polda.
Sekitar dua jam para demonstarn yang berjumlah sekitar 50 orang ini melakukan orasi dan membawa famplet yang menyuarakan tiga tuntutan. Pertama, tolak kriminalitas Gerakan Mahasiswa. Kedua reposisi dan reformasi di tubuh Polri. Dan ketiga, proses hukum aparat Kepolisian yang melakukan kekerasan.
Dalam aksi ini, tidak hanya para aktivis HMI tetapi ada juga dari KAMMI, GMKI dan PMKRI. Selain menyampaikan tuntutan yang isinya menolak segala tindakan refresif pihak kepolisian yang bertentangan dengan dasar hukum demokrasi seutuhnya, penegakan hukum seutuhnya, juga merekomendasikan aparat Kepolisian yang tidak mengerti dan memahami arti demokrasi dapat diberhentikan. Dalam hal ini yang menjadi sasaran tuntutan mahasiswa adalah Kapolda Sulawesi Selatan.
Setelah membacakan tuntutan para demonstarn melakukan doa bersama dan pembacaan ayat kursi sebanyak tiga kali. Setelah itu, para demonstran meminta Kapolda Bengkulu untuk turun menemui para demonstran.
Sempat Ricuh
Saat menuntut Kapolda turun, sempat terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat. Melihat aksi mahasiswa yang mulai panas pihak Kepolisian berinisiatif meminta perwakilan para demonstran sebanyak tujuh menemui Kapolda Bengkulu. Perwakilan mahasiswa akhirnya diwakili oleh Medio (Ketua HMI Cabang Bengkulu), Alex (Korlap Aksi), Irvan (HMI Komisariat Fisip Unib), Posna (anggota HMI Cabang), Candar (GMKI), Osmon (PMKRI ) serta Tajudin (KAMMI UMB).
Para perwakilan diterima oleh Kapolda Bengkulu yang diwakili oleh Dir Intel Kombes Pol Zainul Arifin, Kabid Humas AKBP Drs Y Suyatmo BA, Karo Bina Mitra Kombes Pol Leonardo O Marpaung serta Kabid Propam Hendrik Marpaung. Dalam dikusi yang digelar di aula Polda Bengkulu para perwakilan menyampaikan aspirasi dan memberikan surat yang berisikan tuntutan para demonstran.
Setelah melakukan pertemuan singkat sekitar 15 menit perwakilan demonstran langsung kembali menemui rekan-rekanya yang menunggu di bawah. Dir Intel Polda Bengkulu langsung menyampaikan hasil pertemuan kepada para demonstran.
“Tuntutan para mahasiswa akan kita terima karena aparat Polisi harus siap melayani dan mengamankan aktivitas masyarakat dan tidak boleh melakukan kekerasan. Untuk penegakan hukum harus ditegakkan sebagimana mestinya. Untuk masalah kasus di Makasar, percayakan kepada Polri untuk memprosesnya dan kita tunggu hasilnya prosesnya nanti,” tukas Dir Intel.
Sementara itu salah satu utusan demonstrasi Irvan dari Komisariat HMI Fisip mengaku kecewa tidak dapat bertemu Kapolda langsung kerena kalau hanya diwakilkan merka khawatir apa yang disampaikan tidak seperti diharapkan. “Kita harapkan kedepan tidak ada tindakan kekerasan yang dilakukan para apara polisi dan tidak ada lagi penangkapaan teman kita mahasiswa di Makasar, karena hal tersebut sangat bertentangan dengan asas demokrasi,” ujar Irvan.(cw1) |
| |
| |
| Berita Berita Utama Lainnya |
. PT untuk Tes CPNS Dikoordinir Pemprov . Rampok 14 Motor, 3 Bandit Ditembak . Dilapor Ijazah Palsu, Reskan Datangi Polda . Sidak Bocor, Angkutan Plat Hitam Menghilang . Ribuan Massa Lembak Datangi Pemkot LLG . Difasilitasi Kapolda, Suherman - Agusrin Islah . Anggota TNI Tewas Terpanggang . Mendagri Kirim Surat “Teguran” ke Gubernur . Reskan dan Suherman Dilantik Usai Umroh . Sekda, Bupati dan Senator Telantar 3 Jam di Bandara
|
| |
|  |
|  |