iklan three
 
 
 
3 X Disuruh Buka Baju, Tinggal BH dan Celana
Selasa, 27 Juli 2010 12:36:36 Kirim-kirim Print version
Klik untuk melihat foto lainnya...
Lima wanita yang mendatangi Propam Polda Bengkulu adalah Jusmani (50), Sepiha (30), Pisni (21), Pi’ah (37), Zerni (35). Sedangkan satunya lagi Lestika (19) tidak dapat datang karena dalam keadaan sakit. Kelima perempuan yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual tersebut kepada RB mengungkapkan bahwa mereka terpaksa membuka baju karena dipaksa oleh aparat kepolisian yang mengenakan seragam dan senjata lengkap. Para saksi korban ini diperika lebih kurang 3 jam, setelah itu kembali ke kantor Walhi Bengkulu.

“Kami berenam yang disuruh buka baju. Aparat tersebut menyuruh kami membuka pakaian sampai tiga kali. Pertama mereka meminta kami menyerahkan barang. “Serahkan barang, mana barang kalian” ujar Sepiha menirukan ucapan polisi.

“Kami bingung karena barang apa yang diminta polisi tersebut, sambil mengacungkan senjata. Tak lama kemudian mereka menyuruh kami berenam untuk membuka baju. Lah (sudah) tiga kali kami baru buka baju,” ungkap Sepiha.

Ditambahkan, setelah sampai tiga kali kami diminta membuka baju, mereka diminta berdiri dan diminta buka baju kembali. Karena takut kena tembak akhirnya mereka buka baju. “Kami takut, karena waktu itu hanya kami berenam lagi yang tinggal. Yang lain lah lari dan ado jugo yang dimasukkan ke mobil polisi. Sambil berdiri kami membuka baju dan celana, yang tinggal hanya pakaian dalam lagi. Setelah itu kami disuruh pakai baju. Setelah kami pasang, kemudian kami disuruh kembali membuka baju kami, sampai tiga kali kami berenam buka baju waktu itu,” ungkap Pi’ah yang juga dibenarkan oleh empat temannya.

Pada saat itu korban mengaku hanya disuruh membuka baju saja. “kami hanya disuruh buka baju saja. Tidak dicuil atau dipegang oleh aparat tersebut. Namun demikian kami tidak terima, karena telah diperlakukan seperti itu oleh aparat polisi tersebut. Apalagi yang melihat kami bertelanjang tersebut adalah suami, anak dan serta teman-teman kami yang berada di dalam mobil yang diangkut oleh aparat tersebut,” terang Jusmani.

Walhi dan Mahasiswa Siapkan Demo

Sementara itu Direktur Walhi Zenzi Suhadi kemarin kepada RB mengungkapkan bahwa apabila kedua aktivis Walhi dan 18 warga yang diamankan oleh Polda Bengkulu belum juga dilepaskan, pihaknya bersama-sama dengan mahasiwa akan melakukan aksi demo.

“Kita telah mendampingi 6 orang, korban asusila ke Propam Mapolda Bengkulu untuk melaporkan tindakan yang di lakukan oleh aparat polisi Seluma. Namun kita juga akan mendesak Kapolda untuk membebaskan teman-teman kita. Dan selama mereka belum juga dilepaskan maka selama tiga bulan berturut-turut ini kami dengan gabungan mahasiwa akan melakukan aksi setiap harinya,” ungkap Zenzi.

Tak hanya itu pihaknya kemarin juga telah menyusun aksi untuk, dalam rangka melakukan aksi di dalam Kota Bengkulu. Dan aksi yang mereka lakukan tersebut bertujuan untuk meminta Kapolda membebaskan rekan mereka dan menindak aparat yang telah melakukan pemukulan dan pelecehan seksual.

“Kami juga dalam aksi nantinya meminta Kapolda, agar secepatnya mencopot Wakapolres Seluma yang memimpin pengamanan yang dilakukan pada saat membubarkan warga waktu itu. Tak hanya itu aksi tersebut juga akan diikuti oleh aksi demo warga di Polres yang ada di provinsi Bengkulu, hal itu suatu bentuk dukungan dan soledaritas yang dilakukan oleh warga,” jelas Zensi.

Dia juga menyatakan bahwa pihaknya telah di minta untuk menghadiri pertemuan LSM se-Indonesia karena mereka semua merespon kejadian yang ada di Bengkulu ini.

“Saya besok (hari ini ) akan ke Jakarta untuk menghadiri NJO nasional yang merespon serta akan mendatangi Komnas HAM untuk meminta tim khusus untuk datang ke Bengkulu selain itu ke Mabes Polri dan berkoordinasi dengan protokoler di istana. Karena seluruh istri yang ditahan ini, selain akan melakukan aksi di Bengkulu ada kemungkinan kita akan ke istana meminta RI I untuk memerintahkan Kapolda membebaskan mereka semua. Juga ketemu NJO ini untuk melakukan aksi kampanye repormasi terhadap Polri karena di nilai telah gagal menjalankan pungsinya. Dan saya jamin aksi ini akan terus berlangsung,” pungkas Zensi.

Kapolda Siap Tindak

Sementara itu Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Drs Burhanuddin Andi, SH, MH kemarin kepada RB membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari kelima orang perempuan tersebut dan saat ini masih dalam proses Propam.

“ Sekarang pihak kita Propam sedang memintai keterangan dari kelima orang wanita tersebut. Dan akan kita lihat dulu sampai di mana tingkat pelecehanya hanya tersebut. Saya rasa seorang polisi membuka baju di depan umum itu bagaimana. Dan orang tersebut buka baju depan umum itu juga gimana. Dan tentunya dalam hal ini ada proses yang kita lihat yang sekarang sedang kita selidiki. Bagaimana kalau ibu-ibu tersebut buka baju benaran itu gimana itu perlu kita klarifikasi terlebih dahulu. Kalau benar ada anggota yang tidak menghormati kaum ibu tentunya akan kita tindak tegas,” terang Kapolda.

Seperti diketahui, dugaan pelecehan seksual ini terjadi saat terjadi kericuhan antara warga dengan aparat kepolisian yang melakukan pengamanan di lahan perkebunan PTPN pada Jumat (23/7). Lahan itulah yang diklaim sebagai hak milik masyarakat. Sudah satu bulan terakhir, lahan tersebut ditanami warga dengan berbagai macam tanaman seperti pisang dan umbi-umbian. Pada Jumat itu, alat berat PTPN ingin melakukan peremajaan sawit dengan menumbangkan batang sawit yang sudah tua dengan umur di atas 25 tahun. Namun laju alat berat dihadang warga yang mengklaim memiliki lahan sengketa tersebut. Saat itulah terjadi kericuhan setelah polisi menghalau paksa warga. (cik)
 
 
Berita Berita Utama Lainnya
. PT untuk Tes CPNS Dikoordinir Pemprov
. Rampok 14 Motor, 3 Bandit Ditembak
. Dilapor Ijazah Palsu, Reskan Datangi Polda
. Sidak Bocor, Angkutan Plat Hitam Menghilang
. Ribuan Massa Lembak Datangi Pemkot LLG
. Difasilitasi Kapolda, Suherman - Agusrin Islah
. Anggota TNI Tewas Terpanggang
. Mendagri Kirim Surat “Teguran” ke Gubernur
. Reskan dan Suherman Dilantik Usai Umroh
. Sekda, Bupati dan Senator Telantar 3 Jam di Bandara
 
 Advertising
  
TELKOMSEL


kijang